Nah, ini dia dzikir al-ma'tsurat.....selamat mendengarkan...
MUDAH BELAJAR MATEMATIKA BERSAMA IBU MILMA. TAKHLUKKAN MATEMATIKA SEMUDAH TERSENYUM
Jumat, 01 Februari 2013
Al-Qur'anku
Untuk memberikan nutrisi kepada spritual kita, ini Al-qur'an yang dapat menyejukkan hati.....
Teori Motivasi Maslow
Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Teori Kognitivisme
Teori Kognitivisme
1)
Hakikat teori Kognitivisme
Teori kognitif pada
hakikatnya adalah teori yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan
kemampuan manusia memahami berbagai pengalamannya sehingga mengandung makna
bagi manusia tersebut. Teori kognitif menekankan pada struktur ingatan dan pengetahuan atau skemata terhadap proses
penerimaan, pemerosesan penyimpanan, pemanggilan kembali informasi yang telah
ada di dalam skemata atau tidak dapat memanggil kembali skemata yang telah ada
di pusat memori atau lupa.
Teori Belajar Humanisme
Teori Humanisme
1)
Hakikat
teori Humanisme
Menurut teori humanistik,
tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap
berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa
dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai
aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini beruaha memahami
prilaku balajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang
pengamatannya.Tujuan utama para pendidik adalah membantu sisiwa untuk mengembangkan
dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka
sendiri sebagai manusia yang unik dan mambantu dalam mawujudkan potensi-potensi
yang ada dalam diri mereka.
KONSTRUKTIVISME
KONSEP BELAJAR KONSTRUKTIVISME
1)
Pandangan Konstruktivisme tentang Belajar
Salah
satu pandangan tidak
begitu saja memberikan pengetahuan kepada siswa tetapi siswalah yang harus
aktif membangun pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri. Secara
filosifis, belajar menurut teori konstruktivisme adalah membangun pengetahuan
sedikit demi sedikit, yang kemudian hasilnya diperluas melalui konteks yang
terbatas dan tidak sekonyong-konyong. Oleh karena itu. Slavin (2009)
mengatakan bahwa proses belajar dan pembelajaran siswa harus siswa harus
terlibat aktif dan siswa menjadi pusat kegiatan belajar dan pembelajaran di
kelas.
PENDEKATAN BEHAVIORISME
TEORI
BELAJAR
Teori belajar
dikelompokkan menjadi empat, yaitu: teori Behaviorisme, teori Kognitivisme,
teori Konstruktivisme, dan teori Humanisme.[1]
a. Teori Behaviorisme
1. Hakikat Teori
Behaviorisme
Behaviorisme merupakan
salah satu pendekatan di dalam psikologi pendidikan yang didasari keyakinan
bahwa anak dapat dibentuk sesuai dengan apa yang diinginkan oleh orang
membentuknya. Dngan kata lain, semua prilaku diperoleh individu setelah
berinteraksi dengan lingkungan yang telah dikondisikan.